Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Tidak Mungkin Bisa Umroh


Oleh : Eka Saripudin Sumarno
(Jamaah Umrah Batch 3 -  Apresiasi Umrah BSM 2017)

Siapa yang tidak Cinta dan Rindu sama Haramain? kita pasti yakin sekecil-kecilnya sebuah harapan untuk Umrah dan Haji itu ada pada diri setiap muslim, terlepas dia mampu secara finansial ataupun tidak.
Pada akhir 2016 dan diawal tahun 2017 yang lalu, (saya sengaja tidak memastikan waktunya) beberapa teman pamitan untuk pergi berangkat umroh, tentunya dengan rentang waktu yang berbeda, dan keduanya Subhanallah walhamdulillah tidak berangkat sendiri.
Beberapa saat setelah acara perpisahan, terlepas tidak secara sengaja ucapan hati yang telah lama, terucap "dengan kondisi saya sekarang ini, tidak mungkin saya bisa umroh, jangankan sama keluarga sendiri saja belum tentu". Tidaklama setelah itu, saya diomelin "habis-habisan", sama beberapa teman,dan akhirnya menyadarkan saya untuk segera beristigfar, terima kasih Ibu Ratna Surfika Devi, terima kasih Kang Robby Sukmadwiyana udah mengingatkan.
Selang beberapa bulan, info dari HC akan ada Apresiasi dari Bank Syariah Mandiri untuk pegawai untuk berangkat Umroh, waktu pengumuman peserta umroh telah tiba di hari Senin seluruh pegawai kantor pusat dan Pejabat Regional 3 berkumpul, untuk mendengarkan nama-nama pegawai yang akan berangkat umroh.
Pengumuman disampaikan oleh Dirut BSM, begitu sampai pada pengumuman apresiasi umroh untuk 300 orang pegawai semua hadirin bertepuk tangan sangat panjang untuk beliau. disebutkanlah satu persatu nama pegawai yang berangkat.
setelah nama terakhir disebut, tingtingting (suara whatsapp masuk), yang isinya:
Isteri: "Maaf yaaa bi, bunda udah liat nama-nama pegawai yang akan berangkat umroh satu-persatu dan berharap dan berdoa nama abi ada diantaranya, tapi ternyata belum ada, semoga tahun depan yaa bi, abi yang sabar yaaa, mungkin tahun depan kita akan umroh bareng bersama anak kita bisa jadi"
Saya: (memang tidak masuk bunda -dalam hati-) "iyaaa bund, mungkin belu. rizki kita heheheheh" (menjawab harapan indah dari isteri tercinta, sambil nangis)
Menjelang pertengahan tahun, ada acara direktorat di Semarang namun pesertanya hanya officer ke atas.
Singkat cerita, satu hari menjelang acara dimulai, saya diminta untuk membantu panitia dilapangan untuk membantu menyambut peserta di bandara semarang dan harus berangkat penerbangan pertama, dan peserta pada penerbangan sore hari.
Subuh pertama di Semarang, setelah acara performance dan penyerahan santunan untuj Yayasan Muhammadiyah di Semarang. Direktur RMC Bapak Putu Rahwidhiyasa di penghujung sambutanya mengumumkan, ada dua porsi umroh lagi jatah beliau, diserahkan kepada Group-group yang ada untuk memilih 2 (dua) orang pelaksana atau Tenaga Alih Daya untuk diberangkatkan. Tiba-tiba Ibu kami Group Head, Policy and Procedure Group mengawalinya, dengan tangis sendu terdengar suara permohonan maaf ke Group Head yang hadir untuk mendahului menjawab permintaan Bapak Putu, dan menyebutkan nama Eka Saripudin, dengan alasan .........
Terpilihlah 2 orang, dari Human Capital, dan saya dari Policy and Procedure. Tangis tak lagi tertahan, ucapan syukur tak lagi terbendung, sujud syukurpun rasanya tidak cukup untuk berterima kasih kepada Ibu Ana N. Khayati Dharyanto untuk kesempatan yang sangat berharga ini.
Terima kasih Ibu Ana Nurul Khayati, Terima Kasih Bapak Putu Rahwidhiyasa, dan Bank Syariah Mandiri yang telah memberikan kesempatan saya untuk dapat berkunjung ke Haramain yang dirindukan.
Terjawab sudah kerinduan ini, terbantahkan sudah keraguan itu, dan terjawab sudah harapan indah dan doa suci dari isteri tercinta, akhirnya saya bisa berangkat ke Tanah Suci.
Eka Saripudin Sumarno,
Menjelang Thawaf Wada,
Peserta Apresiasi Umroh BSM Batch 3.
Pelataran Hotel Al Massa badr
@syariahmandiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar