Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

SUBUH MERDU DI MASJID NABAWI

Oleh : Zamzam Fachruri (Jamaah Sahara Kafila - Apresiasi Umrah BSM 2017 - Batch 3)

Suara adzan subuh pagi itu sayup sayup terkumandang, mendentam dentam dan mengobat hati. Muadzin seolah olah memahami keinginan hati jamaah pagi ini...mencoba menjawab kerinduan dengan syahdu, benar benar memerdu adzan pagi ini...adzan khas yang selalu akan mengiang ngiang di ingatan.
Sekilas terbersit, sebagaimana Bilal memenuhi kerinduan Sang Nabi yg mengundang dalam mimpi beliau untuk datang ke madina....Adzan Bilal yg terindukan pun terlantun, madina hening. Adzan yg sekian lama tidak terdengar di penjuru madina, meluluh lantakan penjuru hati penduduk madina karena merindui masa Sang Nabi ketika masih hidup...tapi adzan itu tak pernah selesai karena bilal pun luruh, tak sanggup dan merapuh.

Subuh pagi ini begitu pun menjadi semakin memberkah, melipat makna.Tersaji indah di hari Jumat, hari terbaik dan terlebih hadir di hari lahir Sang Nabi. Subuh ini menikmat tak terkira, menjuta rasa..seolah tak akan berulang waktu untuk hadir pada kehidupan di masa datang.
Dan sosok itu, Sang Kekasih.. seolah olah menggenapi seluruh sisi ruang masjid nabawi ini...menyapa penuh pesona,...umati, umati, umati...menyambut umat yg beliau cinta dan rindui sepenuh hati, setulus jiwa. Agung nian dikau Sang Kekasih...menawan manusia manapun dalam berbagai masa kehidupan manusia.
Tak heran jika seorang Lamar Tine dalam buku Histoire de La Turquie menggambarkan kepribadian agung Sang Nabi telah menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sejarah manusia, terdokumentasi secara akurat segala perilaku dan ucapan secara detil. Keaslian ajarannya terjaga, baik oleh penelusuran pengikut maupun penentangnya. Kecantikan Adab yg mempesona , tidak hanya seorang agamawan, teladan moral, sahabat setia yg menyenangkan, pemimpin dan administator tanpa tanding, tapi juga seorang humanis, humoris berkelas yg semua berkumpul menjadi satu, tanpa satu pun manusia menyamainya...
Maka ketika Imam Malik menyebut madina lebih mulia daripada mekah, ini lebih menggambarkan pandangan penuh cinta....
Maka sebait doa pagi ini pun mengalir...ya Rabb, aku mohon kepadamu, agar aku dapat mencintaiMu dan RasulMu melebihi dari rasa cintaku kepada diri sendiri...mencintai hambaMu yg mencintaiMu dan RasulMu...mencintai segala perbuatan yg mendekatkanku menuju cintaMu...
Subuhku merdu bersama Rasulullah di masjid Nabawi, hari ini...
Jumat, 12 Rabiul 1439 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar