Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

MEMPELAJARI KEMBALI SOSOK PANUTAN


Oleh : Edi Dwi Efendi (Jamaah Umrah Sahara Kafila Batch 2 : Apresiasi Umrah BSM 2017)
Perang demi perang, mewarnai sejarah perjalanan Islam, sejak jaman Rasulullah SAW, seperti gambar yang menempel di salah satu ruang Muhammad Exhibition Madinah, yang berlokasi di samping Masjid Nabawi. Menarik untuk mengambil ibrah dari berbagai riwayat perang yang dilakoni Nabi SAW serta generasi awal muslim. Apa sebab beliau berperang, etika seperti apa dalam berperang, dan bagaimana memperlakukan musuh pasca perang pantas dijadikan teladan. Pelajaran itu bisa diambil sebagai bekal dalam menghadapi perang masa kini, perang melawan; kemiskinan, kebodohan, kemalasan, ketimpangan, ketertinggalan, korupsi, juga ujaran kebencian.
Berbicara tentang sosok Rasulullah SAW, banyak sekali literatur yang tersedia. Hanya kadar kecintaan dan kehausan intelektual kita yang akan membedakan apakah kita akan terus belajar tentang siapa sosok paripurna yang merubah peradaban ini atau tidak. Sosok pribadi Muhammad SAW yang amanah, jujur, sangat adil, dan humanis juga sangat menarik untuk dipelajari, lalu disebarkan. Tak salah kalau banyak ilmuwan, muslim maupun non muslim, yang mencoba mengkaji sosok Muhammad SAW sebagai nabi, pemimpin, manajer, pedagang, kepala keluarga dan sebagainya. Dengan mempelajari sosok beliau, tak hanya kecerdasan intelektual dan spiritual kita yang meningkat, melainkan juga kecerdasan sosial kita.
Ziarah ke tanah suci bersama Sahara Kafila dalam program #apresiasiumrohpegawaibsm2017 kemarin, kuyakini akan meningkatkan rasa cinta pesertanya pada sosok agung Muhammad SAW. Kisah-kisah yang melibatkan Rasulullah SAW dan diceritakan dengan sangat menarik oleh Ayah Enha di ‘spot-spot’ bersejarah menjadikanku ingin menelusuri kembali tulisan-tulisan tentang Kanjeng Nabi. Kubuka dan kupelajari kembali buku pertamaku tentang Rasulullah SAW, yang kubeli di Masjid Al Falah Bendungan Hilir Jakarta pada 29 April 2000. Buku terakhirku tentang beliau, kuperoleh dari sebuah toko kecil di pinggiran Bab As-Salam Madinah minggu lalu dengan harga 45 SAR.
Ya Nabi salam ‘alaika
Ya Rasul salam ‘alaika
Ya Habib salam 'alaika
Shalawatullah 'alaika
Jember, 1 Desember 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar