Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Madinah, Kota Awal dan Akhir


Oleh : Eka Saripudin Sumarno (Jamaah Umrah Sahara Kafila - Apresiasi Umrah BSM 2017)
Shollu 'alaih, siapa gerangan yang tidak kenal dengan Kota Cahaya, Kota Nabi, Masjid Haram ke-2 Setelah Ka'bah yaitu Masjid Nabawi. Kota ini sudah sangat umum bagi ummat Islam khususnya Jama'ah Umrah dan Haji.

Sedikit berbeda dengan Masjidil Haram di Makkah, jika di makkah hampir setiap sudutnya bisa digunakan sebagai tempat solat, artinya kiblatnya disegala penjuru arah. Di Masjid Nabawi Kiblatnya ke Makkah, dan jamaah terbatas oleh garis imam. Seluas apapun di depan masjid Nabawi itu tidak bisa digunakan berjamaah pada waktu sholat yang lima, kecuali jamaah terpisah dari imam resmi masjid nabawi.
Keindahan kota ini tidaklah lengkap tanpa Masjid Nabawi, dengan ornamen payung terbalik yg otomatis terbuka dan tertutup di waktu-waktu tertentu, hiasan dalam mesjid yang berkilauan, sungguh menambah keindahan Masjid Nabi ini.
Perlu diketahui, yang sebenar-benarnya menjadi daya tarik kota madinah bukanlah, payungnya yang indah, atau arsitektur masjidnya yang memang luar biasa indah, yang menjadi daya tarik Masjid Nabawi ini adalah adanya Tempat Peristirahatan Baginda Nabi Besar Muhammad Shollallahu'alaihiwasalam.
Dengan sejarah panjang perjuangan Nabi di Madinah, Sambutan hangat sholawat Badr, menambah daya tarik umat islam untuk berkunjung kepada Kekasih Allah, untuk berlama-lama bersholawat langsung "dihadapan" Baginda Nabi.
Tidak salah memang, jika mengawali atau mengakhiri ibadah umrah dan haji, di masjid nabi yang sangat indah ini. tidak akan ada yang melewatkanya, semua pasti akan singgah pada waktunya.
Yaa Nabi Salam 'Alaika,
Yaa Rasul Salam 'Alaika,
Yaa Habibi Salam 'Alaika
Sholawatullah 'Alaika.
Eka Saripudin Sumarno
Pelataran Masjid Nabawi @ المدينه المنوره مسجد نبوي

Tidak ada komentar:

Posting Komentar