Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Cinta kan membawamu kembali


Oleh : GUNAWAN ARIEF HARTOYO
(Peserta Umrah Apresiasi BSM 2017)


Jum'at 24 Nop 2017.
Duabelas hari setelah meninggalkan Madinah.

Ada sesak, kehampaan, dan  kegundahan yg tak berkesudahan...

Entah mengapa bayangan pesona tanah haram masih menari2 dan tetap lekat di benak. Beberapa kali bahkan sampai terbawa ke alam mimpi..

Masih terngiang lantunan azan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dg suara dan cengkok yg khas, membooster semangat agar tak terlambat shalat walau cuma setengah rakaat.

Masih berkesan bacaan Al Quran dari para Imam di kedua masjid yg mengalun syahdu. Melenakan siapapun yg mendengarnya utk sejenak melupakan urusan dunia.

Masih tercium semerbak aroma khas Mesjidil Haram dan Mesjid Nabawi yg tak sy jumpai di mesjid2 lain, yg dg mengingatnya saja, bisa membuat sy tersenyum senyum sendiri.

Masih terpahat jelas dlm ingatan, detail ornamen berbentuk perspektif bintang segi delapan yg justru  tampak lebih jelas saat mata terpejam ketika hendak beristirahat dari lelahnya hari.

Senyum ikhlas dan jabat tangan hangat Saudara seiman dari berbagai penjuru dunia, benar benar susah untuk dilupakan.

Saat ihram yg telah terlipat rapi akan disimpan kembali, sentuhannya ternyata sanggup memutar frame kebahagiaan saat mengenakannya. Kesyahduan ketika mengucap,  "Labbaika Allahumma Umrotan", dan seluruh romantisme perjalanan seketika berkelabat dalam dramaturgi yg berjalan hanya beberapa menit saja.

Kedamaian dan ketentraman hati yg tiada taranya saat memandangi Ka'bah,
Sensasi ekstasi ketika tawaf,
Kekompakan ketika melakukan Sa'i
Kesyahduan tiada tara saat berada di Raudah, dan Keakraban bersama Rasulullah SAW saat melakukan dialog imajiner didepan kubah hijau, di sisi luar Mesjid Nabawi....ternyata masih menyisakan kebersahajaan yg larut dalam damainya perasaan.

Sy menyadari bahwa ada yg harus kita perjuangkan sekembalinya kita dari perjalanan agung tersebut. Seorang kawan menasehati sy bahwa keberhasilan ibadah umroh justru dilihat setelah kita pulang.

Kontribusi apa yg dihasilkan utk lingkungan sekitar.
Kemanfaatan apa yg sdh kita berikan kepada org2 disekitar kita, dan bagaimana konsistensi ibadah ritual dapat dijaga disiplin pelaksanaannya.

Sejujurnya sy menikmati kegalauan dan kegelisahan krn kenangan tanah haram yg tak kunjung hilang.

Bagi sy, kenangan itu menjadi bahan bakar beroktan tinggi yg sy butuhkan utk melanjutkan konsistensi penghambaan.

Saya menulis ini,  sambil mendengarkan lagunya Arie Lasso,

Cinta kan membawamu...
Kembali disini,
Menuai rindu,
Membasuh perih,

Saya pun berjanji dalam hati,
sebagaimana janji siapapun Anda, yg kembali dari tanah suci.

Aku akan kembali lagi suatu hari nanti...

| gunawan a. hartoyo - dsg |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar