Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Cinta dan Rindu


Oleh : GUNAWAN ARIEF HARTOYO
(Peserta Umrah Apresiasi BSM 2017)

(catatan umroh BSM batch 1)
Alhamdulillah pada tgl 4 -13 Nopember 2017, sy berkesempatan utk berangkat umrah bersama 197 orang rombongan pegawai BSM bersama keluarga.
Saat tiba di Mekkah maupun Madinah... ada banyak hal yg ingin sy tulis, namun derasnya energi cinta Nabi Ibrahim AS di Mekkah, dan kerinduan yg tak terperi kepada Rasulullah SAW di Madinah, membuat sy tak bisa berbuat apa apa, selain berendam dalam lautan syukur di dua tempat paling suci di dunia itu.
Tak dapat sy ceritakan bagaimana gairah cinta, dan antusiasme jutaan org berkumpul dalam keikhlasan utk memurnikan Tauhid.
Bagaimana ribuan rasa berkecamuk, tatkala menyaksikan Ka'bah yang mulia. Bangunan tertua yg dibangun utk beribadah kepada Allah SWT.
Luluh lantaklah perasaan... lunglai gemetarlah kaki.... tak dapat lagi menopang badan.....dan akhirnya dalam ke-khidmat-an yg teramat dalam... tertunduk, ruku, sujud dalam airmata dan kepasarahan total.....
Tak terlukiskan pula saat ego tercebur dalam orbit putaran tawaf dan berkali kali merasakan sengatan energi Ka'bah yg berkumpar kumpar dalam tawaf demi tawaf...dalam doa demi doa...dalam harap dan takut yg secara simultan muncul bersamaan... dalam Cinta yg teramat dalam dan tersembunyi.... Labbaikallahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni'mata laka wal mulk laa syariika lak.
Tak dapat sy tuliskan pula, bagaimana rasa rindu yg tak berkesudahan terhadap sosok terbaik "Junjungan Alam" menemukan muaranya di Madinah.
Ketika melangkah memasuki Masjid Nabawi dan mengucap salam... Assalamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh, bergetarlah kalbu yg selama ini memendam kerinduan tak tersalurkan.
Diwilayah Raudhah nan mulia....disamping makam manusia yg menjadi uswatun hasanah bagi miliaran orang diseluruh dunia, ucapan salam dan salawat seakan menjadi "saklar" yg menyalakan seluruh simpul syaraf di sekujur tubuh yg selama ini gelap, seketika menyala dg terang benderang. Segenap jiwa teraliri oleh sensasi aneh yang membahagiakan.
Dalam kerumunan orang di Raudhah, ada kesunyian yg mengasyikan.
Dalam hiruk pikuk panjatan doa, ada kesempatan utk berbisik bisik kepada Sang Maha Pemurah, mengucapkan syukur tiada terkira.
Dlm desakan dan himpitan, ada penjabaran makna tanpa harus merasa terganggu oleh apa2.
Sy pun akhirnya mengerti kenapa kota Madinah digelari Al Munawarrah oleh Rasulullah SAW, krn dari kota ini, sy menikmati "cahaya" yg sy rindukan.
Cahaya itu memancar dan tetap menyala berkilauan selama 14 abad lebih, dan sy meyakininya akan tetap men-cahaya-i dunia hingga hari akhir.
Cahaya itu melingkupi seluruh penjuru dunia, masuk kedalam setiap pori2 dan saluran pembuluh darah siapapun yg mengucapkan salam dan salawat kepada "Manusia Pembawa Cahaya".....
Disekitaran makam Nabi, Cahaya itu "terlihat" sangat benderang dan menghangatkan hati yg gelap lagi pengap.
Allahumma sholli'ala Sayidina Muhammad wa'ala ali Sayidina Muhammad.
Dan waktupun berjalan....
Setelah hampir 9 hari berlalu.
Setelah tawaf wada' yg menginspirasi...
Setelah beberapa malam melepas rindu pada Rasulullah SAW....
Ada kehampaan yg menggigit ketika persiapan kembali ke tanah air dilakukan.
Ada kekhawatiran dan ketakutan yg tak diketahui alasannya.
Sungguhpun demikian terbit pula harapan2 akan Rahman dan Rahim Pemilik Alam Yang Tak Berhingga..
Memanglah betul petuah guru2 kita. Dlm melakukan perjalanan haji ataupun umrah, jangan berfikir, mengalir saja....
Jangan berprasangka, tawakal saja. ...
Jangan menginginkan apapun, ikhlas saja....
Lakukan dg Cinta saja....
Saya teringat selarik puisi Jalaludin Rumi...
"Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup.
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti.
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya"
Jadi.....
Bagi siapa saja anda yg akan melakukan perjalanan yg mengagumkan ini.....
Rasakan saja Cinta dan Rindumu....
Ahad, 23 Safar 1439 H (12 Nop 2017)
Masjid Nabawi, Madinah
-gunawan a. hartoyo-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar