Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Mush'ab ibn 'Umair

Ilustrasi

Ayah Enha
Pembimbing Haji PT Sahara Kafila Wisata

Bila nama anak muda ini disebutkan, seluruh gadis mekkah terguncang hebat. Bila anak muda ini melintas, tak satupun mata gadis mekkah yg melewatkan untuk memandanginya. Ketampanannya, kekayaan keluarganya, kebaikan hatinya, kemerduan suaranya menjadi alasan banyak sekali gadis mekkah yg ingin menjadi istrinya.

Pemuda ini bernama Mush'ab bin 'Umair, seorang anak orang kaya yg memilih Islam sebagai Jalan Hidupnya. Meskipun akhirnya hidup miskin sebagai tukang pengumpul kayu, Mush'ab tetap menjaga keimanannya, ia menolak bergabung dgn keluarganya yg memaksa dia kembali menjadi penyembah berhala.

Mush'ab itu sosok yg kuat integritasnya, atas keteguhan imannya, sang nabi mendoakan syurga untuk beliau. Keahliannya dlm berkomunikasi membuat sang nabi menunjuk mush'ab sbg Duta Islam ke Yatsrib, sebelum hijrah dilaksanakan. Ini strategi hebat sang nabi, memperkenalkan produk sebelum nyata masyarakat Yatsrib menyaksikan langsung tentang Islam. Diriwayatkan, ratusan orang yatsrib masuk Islam lewat lisan Mush'ab ini.

Pada saat perang uhud, beliau memegang panji-panji perang dgn tangan kanan-nya, melihat semangatnya yg memotivasi pasukan muslim, Ibnu Qomiah tentara Quraisy melabraknya lalu menebasnya dgn pedang dan putus. Mush'ab mengalihkan tangan kirinya sbg pemegang panji-panji. Ibnu Qomiah kembali menebasnya, tangan kiri Mush'ab pun putus mencium tanah. Ia mendekap panji-panji itu dgn ujung bahu dan lehernya. Ibnu Qomiah kembali menebasnya dgn tombak, Mush'abpun gugur sebagai Syahid.

Abu Rum, adiknya Mush'ab yg ikut menjadi muslim, tak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya. Tangisannya memenuhi sekitar bukit Uhud. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup mayat Musab. Keadaan itu menyebabkan sang nabi tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air matanya. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur: Apabila ditarik ke atas, bagian kakinya terbuka. Apabila ditarik ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun2 kayu.

Kini, mas rindu dan jama'ah persis berdiri di hadapan maqbaroh Mush'ab, lisan lemahnya menuturkan salam; Assalamu'alaika ya Qâidal mukhtâr, Yaa mush'ab ibn 'Umair

Enha
Menangisi kesyahidan Mush'ab, siapa pemuda Islam kini yg setangguh beliau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar