Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Keluasan Hati

Ayah Enha bersama jamaah haji Sahara Kafila


Ayah Enha
Pembimbing Haji Sahara Kafila




Hari ini dalam pendampingan jamaah haji Sahara Kafila Wisata saya mendapat pelajaran penting soal keluasan hati.

Keluasan bisa berarti karunia, keluasan bisa juga berarti lapang dada, keluasan itu mirip samudera, tapi pasti lebih besar dari samudera. Lautan yang luas dan dalam saja kalah dengan keluasan dan kedalaman hati, sehingga ada ungkapan, "dalamnya laut bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tau".

Keluasan karunia itu interaksi Tuhan dengan diri kita. Dia menciptakan, Dia menyiapkan, Dia memberikan, Dia mempersilahkan dan "hebatnya" Dia tidak pernah perhitungan. Kita yang berterima kasih atas karunia-Nya, maka Dia berjanji kan menambah.

Keluasan hati itu interaksi batin kita dengan sesama. Kita memberi, keluasan hati mengajarkan kita untuk tak harap kembali. Kita mencipta, keluasan hati mengajarkan kita untuk tak perlu dipuji. Kita bahagia, menutup jalan kecewa. Kita berdamai, tak perlu galau. Tetapi interaksi batini ini sering tersekat oleh dinding pengharapan dan perhitungan.

Maka keluasan Ilahi itu mengajarkan kita untuk terus merawat keluasan hati, istilah guruku, "Menjadi insan yang menyamudera". Sulit ya? Nikmati saja proses kesulitannya. Meluaskan hati itu tanpa tapi. Saat "tapi" datang, tak lagi luas hati kita, maka nikmati prosesnya.


Ayah Enha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar