Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Sosok Dibalik Suksesnya Sahara Kafila

Menjadi seorang enterpreuner memang tak mudah, apalagi bagi seorang wanita. Namun tidaklah bagi Widiya Putri Ika Mas’ud, yang sukses mendirikan usaha travel haji dan umrah dengan nama Sahara Kafila. Kabarumrahhaji secara eksklusif mewawancarai wanita yang kerap Ika ini, terkait kunci kesuksesan membangun usaha travel Sahara Kafila.
  1. Ibu Ika bisa ceritakan apa cita-cita Ibu saat masa anak dahulu?
Sejak kecil saya terinspirasi oleh  ayahnada. Beliau adalah pekerja keras dan ulet, meskipun beliau bekerja di  kantoran, tapi beliau tidak mau diam diri di sela-sela waktu luangnya. Sepulang kerja dari kantor beliau selalu mengajak mama saya pergi berdagang ke pasar induk Kramat Jati. Saat kecil dulu saya sering ikut beliau untuk tahu seperti apa berdagang itu. Beliau adalah motivator saya yang banyak mendorong berbuat baik dan bermanfaat banyak bagi orang lain. Beliau mendidik saya tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia untuk hal yg tidak bermanfaat. Jadi cita-cita saya sejak kecil adalah ingin pebisnis muslimah yang sukses dan tangguh
  1. Lahirnya Sahara Kafila karena termotivasi apa?
Waktu usia 20 tahun saya diajak oleh Ayahanda saya pergi menunaikan ibadah haji, saat itu saya salut akan sosok seorang perempuan yang bertugas sebagai pembimbing jamaah haji, perempuan tersebut sangat menguasai tentang rukun dan sunah haji, beliau sangat telaten melayani dan membimbing jamaah haji, padahal bisa kita bayangkan para jamaah dengan perbedaan kultur, usia, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, pemahaman agama khususnya tentang haji, itu bukan pekerjaan yamg mudah bisa meng back up,  tapi saya salut perempuan ini sangat menguasai tugasnya dan para jamaah puas di bimbing olehnya, dari sinilah saya tercetus angan-angan dan ide saya andaikan saya bisa seperti perempuan tersebut.
Saya utarakan maksud saya ke ayah saya, dan beliau mendukung saya “Mumpung ini di tanah suci nak, silakan kamu memohon kepada Allah semoga keinginanmu terkabul” kata ayah saya. Sepulang dari tanah suci sy terngiang-ngiang akan wanita tsb, koq bisa yaa perempuan tersebut melakukan itu.
Saat duduk dibangku kuliah semester 6 di sastra arab UI, saya dititipkan oleh ayah saya untuk belajar bagaimana mengelola travel haji dan umrah di sahabat ayah saya. Tahun berikutnya saya di dukung oleh ayah saya untuk mendirikan dan mengelola sendiri travel haji dan umrah, tapi dengan catatan dari ayah saya bahwa kuliah harus beres sampai lulus dan tidak boleh putus di tengah jalan.
  1. Saat ini Sahara Kafila memiliki 41 kantor cabang tersebar di nusantara, bagaimana tips ibu dalam menjalankan bisnis religi ini sehingga bisa menjadi yang terbaik?
Jujur  itu adalah kunci utama. Misalnya dalam penawaran paket perjalanan umrah dan haji khusus para calon jamaah harus harus tahu detailnya, saya selalu menekankan ke tim Sahara Kafila janganlah kita me-blaving paket dan program kita namun faktanya di lapangan tidak sesuai dengan apa yang kita janjikan kepada jamaah.
Saat kita memberikan janji kepada jamaah bahwa tempat menginap mereka nanti di hotel bintang lima, maka yang kita berikan saat di tanah suci nanti yaa harus hotel bintang empat, janganlah yang kita janjikan adalah bintang empat, namun saat disana para jamaah menginapnya di apartemen.
Bisnis travel haji dan umrah merupakan bisnis yang intangible, ketika jamaah merasa nyaman dan puas dengan pelayanan kita, tentu pasti kita mereka akan kembali lagi lepada kita, oleh karenanya saya sampaikan ke tim manajemen Sahara Kafila, janganlah kita bekerja hanya sekedar bisnis dan profit  oriented, bahwa kita ini bekerja melayani tamu-tamu Allah artinya kita harus perfect sesuatu harus dimulai dari hati yang lurus kita niatkan karena Allah dalam melayani jamaah untuk membantu mereka menemukan kenyamanan, kekhusu’an dan kepuasan mereka dalam beribadah di tanah suci.
Cita – cita utama umat Islam orang Indonesia adalah disaat mereka bisa menunaikan ibadah ke tanah suci. Jadi saya pun wajib memberikan teladan kepada anak buah saya bahkan pada pekerjaan yang dirasa remeh, misalnya saya pun turun kebawah mendorong troli para jamaah dengan adanya kedekatan personal tersebut saya mampu bersahabat  dengan jamaah artinya mereka benar kita melayani.
  1. Kendala apa yang pernah Ibu temukan dalam mengorganisir Sahara Kafila?
Tidak ada kendala yaa, namun jika dilihat secara makro kendala yang muncul itu dari faktor eksternal. Contohnya harga paket perjalanan umrah dan haji  yang tidak rasional  yang dilakukan oleh oknum travel. Kami biasanya melakukan edukasi dan sosialiasai kepada jamaah agar tidak tergiur dengan promo semacam ini.
  1. Apa obsesi Ibu dan cita-cita untuk Sahara Kafila maju?
Kami ingin membuka cabang di semua wilayah indonesia, caranya jamaah yang pernah menggunakan jasa travel kami, mereka kami support untuk  menjadi perwakilan di daerah masing-masing, kami dorong mereka bagaimana caranya memiliki  ijin dari Kemenag, dari Kementerian Pariwisata, dari asosiasi haji,  istilahnya kita bantu bagaimana caranya kulonuwun. terlebih dahulu untuk mengembangkan bisnis religi.
  1. Harapan Ibu kepada jamaah dan calon jamaah Sahara Kafila apa?
Harapan saya kepada alumni Sahara Kafila semoga selalu  terjalin silaturohim, untuk merealisasikan ini kami biasanya gelar acara silaturohim akbar dan roadshow di semua perwakilan kami, ada juga silaturohim per 3 bulan. Kami organisir kegiatan ini agar terjalin ikatan kekeluargaan.
  1. Apa tagline hidup Ibu agar bisa menjadi inspirasi yang lain?
Sabar, sabar, sabar dan tawakal. Sabar disaat diuji Allah akan kenikmatan jangan sampai kita lupa dan melalaikan diri, justru kita harus waspadai ini,  bisa jadi ini ujian Allah. Untuk itu kami setiap hari jumat meluruskan niat kami agar benar-benar bekerja hanya untuk mencapai ridho Allah. Dan pada setiap hari senin kami lakukan doa bersama. (sdr)
Sumber : http://www.kabarumrahhaji.com/sosok-dibalik-suksesnya-sahara-kafila/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar