Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Macam-macam Haji

Sejatinya haji terbagi dalam tiga jenis. Pembagian ini dilakukan berdasarkan tata cara atau urutan pelaksanaannya.

Ketiga jenis haji itu adalah Ifrad, Qiran dan Tamattu. Umumnya jemaah haji dari Indonesia memilih melaksanakan ibadah haji Tamattu.

Lalu bagaimana membedakan ketiga jenis haji ini? Mana yang pelaksanaannya lebih berat? Kenapa jemaah Indonesia lebih banyak melaksanakan haji Tamattu? Ini penjelasannya:

Haji Ifrad

Haji Ifrad dilaksanakan manakala jemaah memisahkan antara haji dan umrah, masing-masing dikerjakan sendiri dalam waktu berbeda, hanya saja masih dalam satu musim haji. Jemaah melaksanakan ritual haji terlebih dahulu, baru kemudian ibadah umrah. Jemaah harus sudah memakai ihram dan niat untuk melaksanakan sekaligus ibadah haji dan umrah di batas miqat sebelum memasuki kota suci Mekah.

Haji Ifrad jarang dipilih karena sangat berat. Jemaah harus terus mengenakan ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut, yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Dzulhijjah. Ini berarti selama itu jemaah harus tidur, duduk dan beraktivitas terus menerus tanpa menggunakan pakaian dalam. Mereka tidak boleh melanggar larangan selama berihram.

Jemaah yang melaksanakan haji Ifrad disunahkan melakukan tawaf qudum (tawaf selamat datang) saat baru tiba di Mekah. Setelah tawaf, jemaah boleh langsung sa'i, tetapi tidak boleh melakukan tahallul karena jemaah haji Ifrad baru boleh tahallul setelah tawaf dan sa'i haji dilaksanakan. Meski berat, kualitas haji Ifrad paling tinggi karena yang melaksanakan tidak dikenakan dam atau denda.

Haji Qiran
Haji Qiran banyak dipilih jemaah yang waktunya terbatas. Mereka umumnya tiba di Mekah mendekati puncak haji pada 9 Dzulhijjah.

Jemaah yang memilih haji ini akan melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan. Dengan cara ini berarti seluruh pekerjaan umrahnya sudah tercakup dalam pekerjaan haji. Prosesi tawaf, sa'i dan tahallul  untuk haji dan umrah hanya dilaksanakan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan ini, mereka jemaah dikenakan dam atau denda menyembelih seekor kambing. Namun jika tidak mampu, jemaah dapat membayar dam dengan berpuasa selama 10 hari.

Bagi jemaah yang memilih melaksanakan haji Qiran, disunahkan melaksanakan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah. Setelah selesai melaksanakan tawaf Qudum dan sa'i, jemaah menunggu waktu pelaksanaan haji dengan tetap mengenakan pakaian ihram dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.

Haji Tamattu
Mayoritas jemaah haji asal Indonesia melaksanakan haji Tamattu. Tamattu artinya bersenang-senang. Ritualnya, melaksanakan umrah terlebih dahulu dan setelah selesai baru melakukan haji.

Haji Tamattu relatif lebih mudah dibandingkan haji Ifrad dan Qiran, karena setelah selesai tawaf dan sa'i umrah, jemaah bisa langsung tahallul agar terbebas dari larangan sesama ihram. Jemaah tinggal menunggu sampai tanggal 8 Dzulhijjah untuk berihram lagi dan berpantang untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Haji Tamattu banyak dipilih jemaah yang datang ke Mekah lebih awal, jauh sebelum pelaksanaan puncak haji. Waktu yang panjang dan senggang biasanya digunakan untuk berziarah.

Jemaah yang memilih haji Tamattu wajib membayar dam atau denda menyembelih seekor kambing. Bila tidak mampu, maka jemaah harus berpuasa selama 10 hari dengan tata cara, tiga kali dilaksanakan di tanah suci dan tujuh hari di tanah air.


(Disarikan dari Buku Pintar Haji dan Umrah, HM Iwan Gayo)

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/805516-macam-macam-haji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar