Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Cara Sehat Hadapi Suhu Ekstrem Selama Umrah

Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah umrah pada Januari ini, sebaiknya memperhatikan kondisi suhu padang pasir yang sedang berlangsung. Berdasarkan prakiraan suhu di Weather.com, pada siang hari, Kota Mekah bersuhu 30 derajat Celsius, dan Kota Madinah 24 derajat Celsius. Suhu ini dapat berubah sewaktu-waktu menjadi di bawah 20 derajat Celsius pada malam hari, baik di Mekah maupun Madinah.

Bila kondisi badan Anda tidak dijaga dengan baik, tubuh akan mudah terserang penyakit. Kondisi ini tentu akan mengganggu Anda. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fachrial Syam, kondisi yang paling sering melanda jemaah saat menghadapi suhu ekstrem adalah mimisan, batuk pilek, dan bibir pecah-pecah yang dapat menurunkan nafsu makan.

"Para jemaah yang mempunyai risiko tinggi gangguan kesehatan karena cuaca dingin adalah mereka yang berusia lanjut; pengidap diabetes, gangguan jantung, dan pembuluh darah; serta mereka yang mempunyai masalah dengan tiroidnya," ujar Ari Fachrial Syam melalui surat elektronik, Senin, 4 Januari 2016.

Guna menyiasati suhu ekstrem, terutama udara dingin di Mekah dan Madinah, Ari menyarankan agar jemaah banyak minum air. Tujuannya agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang dapat memperburuk kesehatan. Minuman berkafein dan bersoda juga tidak dianjurkan diminum selama menjalankan ibadah umrah. "Sebab, dengan mengkonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi dan tubuh menjadi tidak tahan terhadap dingin," tutur Ari. 

Suhu ekstrem juga dapat diatasi dengan makan makanan yang cukup dan sehat. Kendala suhu terkadang menyebabkan penurunan nafsu makan. Jangan pernah menunda jadwal makan, apalagi menyimpan makanan yang seharusnya dapat langsung dimakan. "Sebab, jika ditunda makannya, akan mudah terkontaminasi," kata dokter yang pernah menjadi dokter kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi ini.

Selain memperhatikan minuman dan makanan, kesehatan kulit juga harus diperhatikan. Suhu ekstrem dapat mempengaruhi kelembapan kulit. Faktor pencernaan memiliki kaitan dengan kesehatan kulit. Kadar air yang cukup untuk menjaga kelembapan kulit harus dipenuhi dengan rajin minum. Selain itu, Ari menyarankan agar jemaah membawa lotion dan rajin mengoleskannya ke kulit selama beribadah. (Sumber : Tempo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar