Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Maksimalkan Potensi Masjid


JAKARTA -- Jumlah masjid Indonesia saat ini tak kurang dari 600 ribu buah. Sayangnya, keberadaan masjid yang begitu besar jumlahnya belum diberdayakan, khususnya di bidang ekonomi. "Padahal, kalau potensi ekonomi masjid dimaksimalkan, hasilnya luar biasa," kata Kepala Divisi Penghimpunan Laznas Bank Syariah Mandiri (BSM) Abdy Irawan.

Ia mengatakan hal tersebut seusai acara peluncuran Wiramandiri Masjid dan penandatangan kerja sama antara BSM Cabang Kembangan, Jakarta Barat, Laznas BSM, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Barat, dan Sahara Kafila Tour di Jakarta, Selasa (10/3).

Peluncuran dan kerja sama tersebut ditandatangani Direktur BSM Achmad Syamsudin, Ketua DMI Jakarta Barat KH Sulaeman, Direktur Utama Laznas BSM Ki Agus Tohir, Kepala Cabang BSM Kembangan Binar Astuti Noviarin, dan Direktur PT Sahara Kafila Wisata Widiya Putri Ika Mas'ud. Acara tersebut merupakan rangkaian Sarasehan Jamaah Calon Haji PT Sahara Kafila Wisata.

Abdy menyebutkan, program Wiramandiri Masjid digulirkan sejak Mei 2014 di bawah payung kerja sama (MoU) antara DMI Pusat, BSM, dan Laznas BSM. Program tersebut bertujuan mendorong masjid untuk mengembangkan potensi ekonomi dalam rangka memakmurkan masjid.

Caranya, antara lain, dengan memberikan berbagai layanan keuangan syariah yang melibatkan masyarakat. Misalnya, pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS), pembayaran tagihan listrik, telepon, dan lain-lain, pendaftaran haji dan umrah, serta pelayanan keuangan syariah. 

"Dengan adanya counter khusus di masjid, masyarakat bisa melakukan penyetoran dana ke bank syariah melalui masjid tanpa harus repot-repot datang ke outlet bank syariah tersebut. Demikian pula mereka dapat melakukan pembayaran ZIS, tagihan, dan pendaftaran haji dan umrah melalui masjid," ujarnya.

Hal ini akan sangat membantu masyarakat. Mereka bisa menghemat banyak waktu dan tenaga untuk melakukan berbagai transaksi keuangan tersebut. Di sisi lain, masjid pun mendapatkan keuntungan berupa fee atau jasa yang nantinya menjadi penerimaan kas nonsumbangan. 

"Program Wiramandiri Masjid ini memungkinkan masjid memperoleh penerimaan nonsumbangan masyarakat yang dapat mereka gunakan untuk menutupi kebutuhan operasional masjid maupun untuk pengembangan dakwah masjid," ujarnya.

Abdy menambahkan, dengan adanya penerimaan nonsumbangan tersebut, masjid akan lebih kuat secara finansial. Dengan demikian, mereka dapat memberikan layanan lebih baik lagi kepada masyarakat. "Pada akhirnya program ini bertujuan meningkatkan kualitas umat," paparnya.

Saat ini, program Wiramandiri Masjid sudah digerakkan di sejumlah kota, antara lain, DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. "Kami berharap, tiap tahun dapat menggulirkan program Wiramandiri Masjid minimal di 10 kota,'' ujar Abdy.

Mitra kerja sama program Wiramandiri Masjid bertambah dengan bergabungnya Sahara Kafila Tour, sebuah perusahaan penyelenggara perjalanan umrah dan haji plus. "Kami siap bekerja sama mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di masjid dan masyarakat sekitar masjid," kata Komisaris Sahara Kafila Tour Swadika Yanavi kepada Republika.

Ia menjelaskan, Sahara Kafila Tour bernaung di bawah Kafila Group yang bergerak dalam berbagai bidang bisnis, seperti minyak dan gas, travel umrah dan haji plus, konsultan, katering, dan sport center. "Kami siap membekali para pengurus masjid dengan ilmu dan keterampilan di bidang wirausaha, sehingga masjid punya profit yang dapat menyejahterakan warga di sekitar masjid," paparnya.

Salah satu poin penting kerja sama di atas, kata Swadika, masjid bisa memberangkatkan para pengurusnya untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. "Masjid bisa menerima pendaftaran umrah dan haji dari masyarakat luas kepada Sahara Kafila. Untuk itu, masjid mendapatkan fee jasa. Selain itu, masjid pun dapat memberangkatkan para pengurusnya secara bergantian untuk menunaikan ibadah umrah dan haji," ujar pria yang akrab dipanggil Dika itu.

Tahap awal, kerja sama tersebut untuk wilayah Jakarta. "Ke depan, Sahara Kafila Tour siap bekerja sama dengan DMI, BSM, maupun LAZ BSM di seluruh wilayah Indonesia.'' n ed: wachidah handasah (Republika.co.id)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar