Galeri Video

[Video][bigposts]

Galeri Foto

[Gallery Foto][twocolumns]

Berita Haji Umrah

[Berita][twocolumns]

Guru dominasi calon haji PNS Kota Malang

Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo).




Guru mendominasi jemaah calon haji PNS Kota Malang, Jawa Timur pada musim haji tahun ini.

Dari 62 orang calon haji PNS di Kota Malang, 43 orang di antaranya berprofesi sebagai guru atau pendidik.

"Dari 62 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, 43 di antaranya adalah guru," kata Kepala Humas Pemkot Malang, Alie Mulyanto, disela pelepasan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang, Senin. 

Puluhan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang itu dilepas Wali Kota Malang Moch Anton di ruang sidang balai kota setempat.

Sesuai jadwal, calon haji dari lingkungan PNS itu berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan calon haji lainnya pada, Kamis (18/9) dari Lapangan Rampal. 

Wali Kota Malang Moch Anton dalam sambutan pelepasan calon haji PNS itu meminta agar para PNS tersebut menjaga kondisi fisik dan stamina selama berada di Arab Saudi karena cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Malang, bahkan sering berubah-ubah.

"Kalau waktunya makan, langsung makan, jangan hanya memikirkan ibadah, tapi malah lupa makan, padahal kondisi kesehatan harus benar-benar prima. Saya juga berharap tidak ada PNS maupun jamaah dari Malang ini yang tertinggal di Tanah Suci setelah musim haji berakhir," ujarnya.

Anton mencontohkan pengalamannya pada saat menunaikan haji beberapa tahun silam. Ada seorang temannya yang hanya memikirkan ibadah selama haji dan teman-temannya sudah sering memperingatkan agar tidak lupa makan.

Namun, karena bersikukuh mementingkan ibadah, teman tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS). "Karena masih dalam kondisi sakit dan dirawat di RS, pada saat jamaah lainnya thowaf wada (thowaf perpisahan), teman saya itu masih dirawat di RS hingga jamaah haji pulang ke Tanah Air," katanya.

Selain mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima, Anton juga berpesan agar jamaah mendoakan Kota Malang agar kota itu menjadi kota yang bermartabat. 

"PNS di lingkungan Pemkot Malang ini harus bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, sebab calon haji lainnya harus menunggu selama belasan tahun untuk bisa menjadi tamu Allah," ucapnya.

Satu-satunya PNS dari eselon II yang masuk dalam daftar calon haji tahun ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawas Bangunan (DPUPB), yakni Dr Djarot Edy Sulistyono. Jamaah calon haji Kota Malangselama di Tanah Suci bakal didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.
Editor: Suryanto
Sumber : antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar