Select Menu

ads2

ads2

Slider

slogan

slogan

Berita Haji dan Umroh

Gallery Foto

Alumni Sahara Kafila

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila




Sahara Kafila - Pada tanggal 25 September 2014 Jamaah Haji khusus PT. Sahara Kafila Wisata yang berjumlah 46 orang berangkat menuju tanah suci. Sebelum berangkat haji, mereka mendapatkan bimbingan manasik dan pemeriksaan kesehatan di daerahnya masing-masing.   Satu hari sebelum keberangkatan, jamaah haji dikarantinakan terlebih dahulu di hotel bandara Soekarno-Hatta, agar terjaga kondisi fisik setelah perjalanan jauh dari daerah asal.

Di hotel para jamaah , tidak hanya sekedar istirahat tetapi juga mendapatkan bimbingan tentang pemaknaan dengan Hati, Cinta dan Syukur yang disampaikan oleh Ustadz-ustadz pembimbing diantaranya KH. Muslih Abdul Karim, KH. Bakrun Syafi’i, KH. Aunurrafiq, KH. Sulhan Abu Fitra dan KH. Lutfi Rohman.


Acara Pelepasan keberangkatan haji khusus yang dilaksanakan di hotel bandara  dihadiri oleh Komisaris PT. Sahara Kafila Wisata yaitu Bpk. H. Swadika Yanavi dan Direktur Utama Ibu Hj. Widiya Putri Ika Mas’ud beserta staff berlangsung hidmat dan semarak diiringi oleh keluarga yang  mengantar keberangkatan jamaah haji khusus yang berada di Jakarta. Selamat jalan jamaah haji PT. Sahara Kafila Wisata, Semoga mendapat haji mabrur.

Manjidil Haram Padat Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10). Umat muslim dari penjuru dunia tiba di Mekkah untuk menunggu puncak Haji 1432 H. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/mes)
Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada 25 September sehingga puncak haji atau wukuf (9 Zulhijah) yang dikenal dengan puncak haji terjadi pada hari Jumat, 3 Oktober 2014.

"Baru saja kami dapat informasi dari Kepala Pusat Observatorium King Abdul Aziz tentang penetapan 1 Zulhijah, bahwa hasil pengamatan tim di Arab Saudi ada beberapa tempat melihat hilal," kata Kasubdit Pembinaan Syariat dan Hisab Rukyah Kemenag RI, Ahmad Izzuddin, dalam konferensi pers di Kantor Misi Haji Indonesia Daker Madinah, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa Arab Saudi menetapkan bahwa 25 September hari Kamis sudah masuk 1 Zulhijah. Sehingga konsekuensinya 9 Zulhijah jatuh di Hari Jumat.

Ada pendapat ketika wukuf jatuh di hari Jumat maka akan terjadi haji akbar. Pada saat ini masyarakat Arab Saudi banyak melaksanakan ibadah haji ini. "Ini menjadi tradisi haji Akbar. Haji akbar terakhir pada tahun 2006," katanya.

Sementara Pemerintah Indonesia menetapkan Idul Adha (10 Zulhijah) pada 5 Oktober 2014 seusai sidang itsbat penetapan awal Zulhijah 1435 H yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu malam.

Sementara itu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhamadiyah telah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijah 1435 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan itu berdasarkan perhitungan hisab atau dikenal dengan "hisab hakiki" yang dilakukan Majelis Tarji Muhammadiyah. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
Sumber : Antara News


Masjidil Haram Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji Indonesia tahun 2014 sebanyak sekitar 168.800 jamaah haji yang terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus. (Unggul Tri Ratomo) ()


 Sebanyak 1.760 calon haji asal Provinsi Aceh yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh sudah berada di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

"Calon haji asal Aceh yang sudah berada di Mekkah mencapai 1.760 orang," kata H Akhyar, Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Selasa.

Dari jumlah tersebut, kata dia, empat calon haji gagal diberangkatkan karena sakit. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan. Apakah mereka nanti bisa diberangkatkan atau tidak.

"Yang sakit sebenarnya dua orang, tetapi karena mereka suami istri, terpaksa istri atau suaminya tinggal mendampingi. Keberangkatan mereka tergantung kesehatan," kata dia.

Menurut Akhyar, mereka yang gagal berangkat karena sakit, akan diatur keberangkatan di kelompok terbang atau kloter delapan. Jamaah kloter delapan berasal dari Aceh, Lombok, dan Makassar. 

"Kalau memang mereka tidak bisa berangkat bersama kloter delapan, maka mereka terpaksa berhaji pada tahun depan. Mereka yang gagal berangkat tahun ini, otomatis masuk daftar tahun depan," kata H Akhyar.

H Akhyar menyebutkan jamaah calon haji asal Aceh diberangkatkan dalam tujuh kloter penuh dan satu kloter gabungan. Hingga kini, Embarkasi Banda Aceh sudah memberangkatkan jamaah calon haji sebanyak empat kloter.

H Akhyar menyebutkan, keberangkatan jamaah calon haji asal Aceh masuk dalam gelombang kedua. Artinya, jamaah calon haji Aceh langsung diterbangkan ke Mekkah.

"Satu kloter diberangkatkan sebanyak 440 orang, terdiri 435 calon haji, dua pemandu, dan tiga tenaga medis. Mereka diberangkatkan dengan pesawat Garuda melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang Aceh Besar," kata H Akhyar. 
(KR-HSA/H011)
Editor: Ruslan Burhani

Sumber : http://www.antaranews.com/

Calon jemaah haji dari Kabupaten Brebes mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia nomer penerbangan GA 6201 tujuan Jeddah, Makkah saat hari pertama pemberangkatan haji dari Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (1/9). (sumber: Antara/Maulana Surya)

Jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Arab Saudi sudah mencapai 127.569 orang atau 82,20 persen dari total kuota haji sebesar 155.200 orang, demikian data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa sampai pukul 19.12 WIB.
Dari jumlah tersebut, 126.302 jamaah sudah tiba di Arab Saudi sementara sisanya 1.267 jamaah masih dalam perjalanan. Lamanya perjalanan Indonesia ke Arab Saudi adalah 9-10 jam, tergantung embarkasi pemberangkatan.
Seluruh jamaah haji Indonesia dijadwalkan sudah diberangkatkan ke Arab Saudi pada 28 September 2014. Tanggal itu hingga 24.00 waktu setempat juga merupakan akhir kedatangan jamaah haji seluruh dunia ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Puncak haji atau wukuf diperkirakan akan jatuh pada 3 Oktober atau hari Jumat.
Menurut jadwal, pada hari ini rombongan terakhir jamaah haji gelombang pertama yang berada di Madinah sudah diberangkatkan ke Makkah. Jamaah haji gelombong pertama yang berangkat 1-14 September, ditempatkan di Madinah dan selanjutnya mulai 9 September secara bertahap didberangkatkan ke Makkah.
Hingga Selasa sore waktu setempat masih tersisa empat kloter gelombang pertama yang belum berangkat ke Makkah, sementara 13 kloter dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah. Waktu perjalanan Madinah Makkah sekitar enam jam.
Penulis: /YS
Sumber:Antara
Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua kali mengkhatamkan Al Quran di Madinah, serta tujuh juz meski baru dua hari berada di Mekkah.

''Sehari-hari saya melihat Pak Martius sehat-sehat saja,''kata Pembimbing Ibadah Kloter 3 Embarkasi H. Darwison di Pemondokan I-12 atau Johra Mouassar Hotel, tempat Martius menginap, Ahad sore (14/9).

Menurutnya selama di Madinah maupun di Makkah, Martius ibadahnya luar biasa. Bahkan selama ini Martius ditunjuk sebagai motivator jamaah  untuk ibadah .

Sementara itu Ketua Kloter III Embarkasi Batam Sektor 9  Akmal Khairi mengatakan selama ini almarhum tampak sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit dan dia kemana-mana selalu berdua dengan istri.

"Tadi pagi pulang dari salat ubuh dan salat sunah di Masjidil Haram Pak Martius masuk ke kamar sebentar lalu cuci tangan di kamar mandi.  Namun setelah lima menit kemudian seorang rekannya melihat Pak Martius sudah jatuh di kamar mandi dalam keadaan tidak sadar,''jelasnya.

Martius yang semula akan disalatkan di Masjidil Haram usai salat Ashar, ternyata ditunda usai Maghrib waktu Makkah.  Menurut Akmal, istri Martius meskipun menangis tetapi tabah. Namun istrinya mengatakan yang sedikit mengganjal adalah dia belum minta maaf kepada suami karena tidak ada tanda-tanda suaminya mau meninggal. 

"Malam ini (red. Ahad malam, 14/9) di Hotel /pemondokan jamaah haji H-12 dilakukan tahlilan dan pembacaan surat Yassin. Keluarga di kampung juga sudah kami hubungi.'' katanya. (Sumber : Republika)
Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo).




Guru mendominasi jemaah calon haji PNS Kota Malang, Jawa Timur pada musim haji tahun ini.

Dari 62 orang calon haji PNS di Kota Malang, 43 orang di antaranya berprofesi sebagai guru atau pendidik.

"Dari 62 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, 43 di antaranya adalah guru," kata Kepala Humas Pemkot Malang, Alie Mulyanto, disela pelepasan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang, Senin. 

Puluhan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang itu dilepas Wali Kota Malang Moch Anton di ruang sidang balai kota setempat.

Sesuai jadwal, calon haji dari lingkungan PNS itu berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan calon haji lainnya pada, Kamis (18/9) dari Lapangan Rampal. 

Wali Kota Malang Moch Anton dalam sambutan pelepasan calon haji PNS itu meminta agar para PNS tersebut menjaga kondisi fisik dan stamina selama berada di Arab Saudi karena cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Malang, bahkan sering berubah-ubah.

"Kalau waktunya makan, langsung makan, jangan hanya memikirkan ibadah, tapi malah lupa makan, padahal kondisi kesehatan harus benar-benar prima. Saya juga berharap tidak ada PNS maupun jamaah dari Malang ini yang tertinggal di Tanah Suci setelah musim haji berakhir," ujarnya.

Anton mencontohkan pengalamannya pada saat menunaikan haji beberapa tahun silam. Ada seorang temannya yang hanya memikirkan ibadah selama haji dan teman-temannya sudah sering memperingatkan agar tidak lupa makan.

Namun, karena bersikukuh mementingkan ibadah, teman tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS). "Karena masih dalam kondisi sakit dan dirawat di RS, pada saat jamaah lainnya thowaf wada (thowaf perpisahan), teman saya itu masih dirawat di RS hingga jamaah haji pulang ke Tanah Air," katanya.

Selain mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima, Anton juga berpesan agar jamaah mendoakan Kota Malang agar kota itu menjadi kota yang bermartabat. 

"PNS di lingkungan Pemkot Malang ini harus bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, sebab calon haji lainnya harus menunggu selama belasan tahun untuk bisa menjadi tamu Allah," ucapnya.

Satu-satunya PNS dari eselon II yang masuk dalam daftar calon haji tahun ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawas Bangunan (DPUPB), yakni Dr Djarot Edy Sulistyono. Jamaah calon haji Kota Malangselama di Tanah Suci bakal didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.
Editor: Suryanto
Sumber : antaranews.com
Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo)

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Fachir meninjau penyelenggaraan haji bagi jamaah Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat.

Dalam kunjungannya, Dubes antara lain mengunjungi Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, menerima kedatangan jamaah haji embarkasi Bekasi di Hotel Rawahell, meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia serta memantau dan naik bus shalawat yang menjadi saran transportasi jamaah dari penginapan menuju Masjidil Haram.

Sebelumnya, Dubes juga telah memantau penyelenggaaan haji di Jeddah dan Madinah.

Dalam kunjungannya ke Makkah sejak siang hingga malam hari, Dubes didampingi Konjen Jeddah Darmakirti Syailendra dan diterima oleh Kepala Daker Makkah Endang Jumali.

Kepada jamaah, Dubes meminta mengikuti panduan dari petugas dan ketua rombongan. Selain itu juga membawa identitas diri dan hotel yang telah diberikan. Ia mengingatkan di Madinah setiap harinya ada sekitar 40 kasus jamaah yang tersesat.

Selain itu jamaah juga diminta menjaga kesehatan agar pada saat puncak haji kondisinya prima dan bisa mengikuti hingga akhir dan sempurna. "Harus atur waktu kapan ibadah dan kapan istirahat," katanya.

"Jangan sampai hanya karena tidak bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan dengan baik, nanti ibadahnya tidak lengkap. Jadi membagi waktu bagi para jamaah haji itu penting," kata dubes. (*)
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/453319/dubes-tinjau-penyelenggaran-haji-di-makkah