Select Menu

ads2

ads2

Slider

slogan

slogan

Berita Haji dan Umroh

Gallery Foto

Alumni Sahara Kafila

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila

Jamaah haji dari Pekanbaru, Martius bin Nurdin yang meninggal di pemondokannya pada Ahad (14/9) sekitar pukul 08.50, ternyata sudah dua kali mengkhatamkan Al Quran di Madinah, serta tujuh juz meski baru dua hari berada di Mekkah.

''Sehari-hari saya melihat Pak Martius sehat-sehat saja,''kata Pembimbing Ibadah Kloter 3 Embarkasi H. Darwison di Pemondokan I-12 atau Johra Mouassar Hotel, tempat Martius menginap, Ahad sore (14/9).

Menurutnya selama di Madinah maupun di Makkah, Martius ibadahnya luar biasa. Bahkan selama ini Martius ditunjuk sebagai motivator jamaah  untuk ibadah .

Sementara itu Ketua Kloter III Embarkasi Batam Sektor 9  Akmal Khairi mengatakan selama ini almarhum tampak sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit dan dia kemana-mana selalu berdua dengan istri.

"Tadi pagi pulang dari salat ubuh dan salat sunah di Masjidil Haram Pak Martius masuk ke kamar sebentar lalu cuci tangan di kamar mandi.  Namun setelah lima menit kemudian seorang rekannya melihat Pak Martius sudah jatuh di kamar mandi dalam keadaan tidak sadar,''jelasnya.

Martius yang semula akan disalatkan di Masjidil Haram usai salat Ashar, ternyata ditunda usai Maghrib waktu Makkah.  Menurut Akmal, istri Martius meskipun menangis tetapi tabah. Namun istrinya mengatakan yang sedikit mengganjal adalah dia belum minta maaf kepada suami karena tidak ada tanda-tanda suaminya mau meninggal. 

"Malam ini (red. Ahad malam, 14/9) di Hotel /pemondokan jamaah haji H-12 dilakukan tahlilan dan pembacaan surat Yassin. Keluarga di kampung juga sudah kami hubungi.'' katanya. (Sumber : Republika)
Ilustrasi. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo).




Guru mendominasi jemaah calon haji PNS Kota Malang, Jawa Timur pada musim haji tahun ini.

Dari 62 orang calon haji PNS di Kota Malang, 43 orang di antaranya berprofesi sebagai guru atau pendidik.

"Dari 62 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, 43 di antaranya adalah guru," kata Kepala Humas Pemkot Malang, Alie Mulyanto, disela pelepasan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang, Senin. 

Puluhan calon haji dari lingkungan PNS Pemkot Malang itu dilepas Wali Kota Malang Moch Anton di ruang sidang balai kota setempat.

Sesuai jadwal, calon haji dari lingkungan PNS itu berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan calon haji lainnya pada, Kamis (18/9) dari Lapangan Rampal. 

Wali Kota Malang Moch Anton dalam sambutan pelepasan calon haji PNS itu meminta agar para PNS tersebut menjaga kondisi fisik dan stamina selama berada di Arab Saudi karena cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Malang, bahkan sering berubah-ubah.

"Kalau waktunya makan, langsung makan, jangan hanya memikirkan ibadah, tapi malah lupa makan, padahal kondisi kesehatan harus benar-benar prima. Saya juga berharap tidak ada PNS maupun jamaah dari Malang ini yang tertinggal di Tanah Suci setelah musim haji berakhir," ujarnya.

Anton mencontohkan pengalamannya pada saat menunaikan haji beberapa tahun silam. Ada seorang temannya yang hanya memikirkan ibadah selama haji dan teman-temannya sudah sering memperingatkan agar tidak lupa makan.

Namun, karena bersikukuh mementingkan ibadah, teman tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS). "Karena masih dalam kondisi sakit dan dirawat di RS, pada saat jamaah lainnya thowaf wada (thowaf perpisahan), teman saya itu masih dirawat di RS hingga jamaah haji pulang ke Tanah Air," katanya.

Selain mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima, Anton juga berpesan agar jamaah mendoakan Kota Malang agar kota itu menjadi kota yang bermartabat. 

"PNS di lingkungan Pemkot Malang ini harus bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, sebab calon haji lainnya harus menunggu selama belasan tahun untuk bisa menjadi tamu Allah," ucapnya.

Satu-satunya PNS dari eselon II yang masuk dalam daftar calon haji tahun ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawas Bangunan (DPUPB), yakni Dr Djarot Edy Sulistyono. Jamaah calon haji Kota Malangselama di Tanah Suci bakal didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.
Editor: Suryanto
Sumber : antaranews.com
Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo)

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Fachir meninjau penyelenggaraan haji bagi jamaah Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat.

Dalam kunjungannya, Dubes antara lain mengunjungi Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, menerima kedatangan jamaah haji embarkasi Bekasi di Hotel Rawahell, meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia serta memantau dan naik bus shalawat yang menjadi saran transportasi jamaah dari penginapan menuju Masjidil Haram.

Sebelumnya, Dubes juga telah memantau penyelenggaaan haji di Jeddah dan Madinah.

Dalam kunjungannya ke Makkah sejak siang hingga malam hari, Dubes didampingi Konjen Jeddah Darmakirti Syailendra dan diterima oleh Kepala Daker Makkah Endang Jumali.

Kepada jamaah, Dubes meminta mengikuti panduan dari petugas dan ketua rombongan. Selain itu juga membawa identitas diri dan hotel yang telah diberikan. Ia mengingatkan di Madinah setiap harinya ada sekitar 40 kasus jamaah yang tersesat.

Selain itu jamaah juga diminta menjaga kesehatan agar pada saat puncak haji kondisinya prima dan bisa mengikuti hingga akhir dan sempurna. "Harus atur waktu kapan ibadah dan kapan istirahat," katanya.

"Jangan sampai hanya karena tidak bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan dengan baik, nanti ibadahnya tidak lengkap. Jadi membagi waktu bagi para jamaah haji itu penting," kata dubes. (*)
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/453319/dubes-tinjau-penyelenggaran-haji-di-makkah

Bupati Sumedang H. Ade Irawan secara resmi melepas 658 calon jemaah haji Kab. Sumedang tahun 2014 di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang di Jln.Prabu Gajah Agung/Bypass, Rabu (10/9/2014). Dari 658 calon jemaah haji tersebut, masing-masing kloter 37 berangkat ke embarkasi Bekasi tanggal 13 September dan kloter 48 berangkat tanggal 16 September mendatang.

Sebagai bentuk kadeudeuh, bupati atas nama pribadi memberikan bantuan dana kepada 10 orang calon jemaah haji dengan usia tertua, masing-masing lima orang calon jemaah haji pria dan wanita.
“Saya ucapkan selamat, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh. Jadikan jemaah haji asal Kab. Sumedang menjadi yang terbaik. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang,” ujar Bupati Sumedang Ade Irawan di sela-sela “Pelepasan Rombongan Jemaah Calon Haji Kab. Sumedang tahun 2014” di Pendopo kantor IPP Pemkab Sumedang, Rabu (10/9/2014).
Menurut dia, ratusan calon jemaah haji dari Kab. Sumedang yang akan berangkat tanggal 13 dan 16 September nanti, merupakan orang-orang pilihan tamu Allah SWT. Mereka sudah dibekali ilmu dari para pembimbingnya saat manasik haji. Terlebih, begitu banyak calon jemaah haji di Kab. Sumedang yang masih dalam daftar tunggu.
“Bapak dan ibu, para calon jemaah haji, harus bangga karena diundang langsung oleh Yang Maha Pencipta. Anggaplah ini kesempatan terakhir, agar ibadah haji di Tanah Suci dilaksanakan sungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Jangan disia-siakan waktu di Tanah Suci, kecuali hanya untuk beribadah,” tutur Ade Irawan dihadapan ratusan calon jemaah haji.

Atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemkab Sumedang, Bupati Ade memohon doa kepada para calon jemaah haji supaya masyarakat Kab. Sumedang senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Doakan juga Kab. Sumedang semoga tetap kondusif dan diberi kelancaran sehingga pembangunannya lebih maju.
“Jangan lupa, doakan juga visi Sumedang Senyum Manis (Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri dan Agamis) supaya terwujud,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Kemenag Kab. Sumedang, H. Cece Hidayat. Ia mengatakan, atas nama pribadi dan Kemenag Kab. Sumedang mengucapkan selamat kepada 658 jemaah calon haji Kab. Sumedang tahun 2014 yang siap berangkat ke Tanah Suci. “Keberangkatan sudah di depan mata. Jaga kesehatan dari mulai pemberangkatan ke Tanah Suci sampai kepulangan ke Sumedang. Selamat jalan para tamu Allah SWT, semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh,” tuturnya.

Dikatakan, jumlah calon jemaah haji yang sudah mendaftar dan masuk dalam daftar tunggu dengan jadwal pemberangkatan hingga tahun 2026 nanti, mencapai sekitar 6.800 orang. Jumlah itu dengan asumsi kuota jemaah haji Kab. Sumedang, setiap tahunnnya sekitar 600 orang. “Jadi, kalau ada yang mendaftar hari ini, berangkatnya tahun 2026. Oleh karena itu, selamat kepada para calon jemaah haji tahun ini semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” kata Cece. (Adang Jukardi-"PR"/A-88)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
Dengan modal niat dan keikhlasan, akhirnya setelah menunggu 23 tahun seorang penjual gula aren keliling di Tasikmalaya, Jawa Barat bisa menunaikan haji tahun ini.

Ia adalah Ibu Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (11/9/2014), Ibu Icoh adalah calon haji Indonesia yang akan berangkat pada 26 September nanti. 

Menjual gula aren sudah dilakoni Ibu Icoh sejak 15 tahun. Sebelumnya selama 8 tahun ia adalah pedagang sayuran gendong yang juga berkeliling dari kampung ke kampung lainnya. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan, yaitu bisa naik haji.

Dengan menabung hasil penjualan gula aren antara Rp 15 ribu-Rp 50 ribu setiap harinya, ia pun mendaftar untuk naik haji pada 2010. Keinginan naik haji berawal dari saran sang ayah semasa hidupnya.
Kepastian keberangkatan Ibu Icoh naik haji pun baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari pihak bank bahwa sudah ada pelunasan dana talangan haji sebesar Rp 25 juta.

Kini keluarga berharap sang ibu bisa tetap sehat walafiat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali dengan selamat. (liputan6.com)
Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1
Ahmad Mahulete bin Jamaludin tercatat sebagai calon jemaah haji  tertua dari Kota Ambon yang akan diberangkatkan ke tanah suci, Mekkah, bersama 237 jemaah haji asal kota Ambon lainnya.

“Calon jemaah haji tertua adalah Ahmad Mahulete bin Jamaludin dengan usia 114 tahun,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Hanafi Kasim saat menyampaikan laporan pada acara pelepasan Calon Jemaah Haji Kota Ambon di Ambon, Rabu (10/9/2014).

Sementara itu, calon haji termuda adalah Aprilia Niningsar Binti Syarifudin Malabu yang berusia 19 tahun. Hanafi mengatakan, dari total 238 calon jemaah haji dari Ambon, 150 calon haji adalah perempuan dan sisanya 88 peserta laki-laki.

Seluruh calon haji, lanjut Hanafi, terbagi dalam lima rombongan dan 20 regu. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) ke 12.

“Jemaah haji asal Kota Ambon ini tergabung dalam kloter 12 dan mereka akan diberangkatkan pada 15 September nanti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seluruh jemaah haji asal Ambon yang akan diberangkatkan tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis. Selain itu, para calon haji nantinya juga akan didampingi oleh 4 petugas medis dan pembina haji dari provinsi dan satunya dari Kota Ambon. (kompas.com)

Madinah - Selesai menjalankan salat wajib empat puluh waktu di Masjid Nabawi, jamaah haji mulai diberangkatkan ke Makkah. Di tengah perjalanan, jamaah haji harus mampir ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan membaca niat umrah.

Miqot adalah tempat yang ditetapkan Rasulullah saw sebagai awal untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Di miqot ini jamaah haji mengenakan kain ihram, menjalankan salat dua rakaat, dan membaca niat umrah.

"‎Miqot kan tempat pemberhentian semua keinginan harta benda dunia karena akan menghadap Allah. Karena akan menghadap Allah harus pada pemberhentian yang tepat," kata pembimbing ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq, menjelaskan makna miqot, saat memberi bimbingan kepada jamaah di Masjid Bir Ali, Rabu (10/9/2014).

Hari ini 10 kloter jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Makkah dengan 85 bus. Sekitar 4.000 jamaah tersebut transit di Bir Ali untuk mengambil miqot. Sembari menunggu jamaah mempersiapkan diri menuju Makkah, detikcom berkesempatan menatap keindahan masjid bersejarah ini.

Dilihat dari kejauhan bangunan Masjid Bir Ali seperti benteng. Menara tinggi yang menjulang nan artistik bak mercusuar penunjuk arah di tengah lautan. Masjid ini terletak di Dzulhulaifah kira-kira 10 km dari pusat kota Madinah. Karena itu masjid ini kerap disebut sebagai Masjid Dzulhulaifah. Selain itu masjid ini juga kerap disebut Masjid Ihram dan Masjid Miqot, seperti aktivitas jamaah haji di masjid ini.

Bagian dalam masjid cukup luas meski tak seluas Masjid Nabawi. Ada taman yang ditumbuhi pohon kurma di area dalam masjid, taman terletak di antara tempat wudhu dan bangunan utama masjid. Di dalam taman, kita serasa seperti di tengah benteng yang kokoh.

Masjid ini dibangun tepat di pohon yang menjadi lokasi peristirahatan Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju Makkah. Masjid ini disebut Bir Ali karena sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah membuat sumur di sini. Sumur dalam bahasa arab adalah bir. Namun sumur itu saat ini sudah tak terlihat lagi.

Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali perombakan sejak didirikan di zaman Rasulullah saw. Pembangunan besar-besaran dilakukan Raja Fahd Bin Abdulaziz yang berkuasa di Arab Saudi pada tahun 1981-2005.

Masjid bersejarah ini pun kini jadi bangunan yang megah. Masjid Bir Ali bak benteng kokoh di pinggir Madinah. Fasilitas untuk para jamaah pun sangat mumpuni. Masjid ini dilengkapi lebih dari 500 toilet dan kamar mandi. Lahan parkirannya juga sangat luas bisa menampung ratusan mobil dan bus. Karenanya setiap hari Masjid Bir Ali bisa menampung 4.000 jamaah dari berbagai negara yang mengambil miqot.