Select Menu

ads2

ads2

Slider

slogan

slogan

Berita Haji dan Umroh

Informasi Jamaah Haji 2014

Alumni Sahara Kafila

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila

Bertempat di Graha Pondok Pinang, Pelatihan Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM) KC Pondok Indah bekerjasama dengan PT Sahara Kafila. Acara tersebut dihadiri 150 pengurus masjid se Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. PT Sahara Kafila sebagai partner nasional BSM memperkenalkan produk terbaru bernama Talangan Dana Berumroh yang dikenal dengan TADABUR.













Kasus tertahannya para jamaah umroh di Arab Saudi menarik perhatian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kasus ini cukup meresahkan, lantaran terjadi tidak hanya satu kali.

Terkait persoalan ini, Lukman memberikan himbauan kepada para calon jamaah umroh. Hal ini dimaksudkan agar calon jamaah tidak tertipu dengan biro perjalanan umroh.

“Agar kasus seperti ini tak terus terulang, Kemenag mengimbau masyarakat untuk cermat dalam memilih PPIU atau biro travel umrah,” tulis Lukman di akun twitter pribadinya dengan tagar #5Pasti.
Menurut Lukman, calon jamaah yang hendak melakukan perjalanan ke Tanah Suci harus lebih cermat menggunakan jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU). Untuk memudahkan calon jamaah, Lukman membuat tips diberi nama ‘Lima Pasti’, yang dia tulis di akunnya.

“Pertama; pastikan apa nama PPIU itu, dan pastikan apakah PPIU tsb sudah resmi mendapat izin dari Kemenag. #5Pasti.”
“Kedua; pastikan kapan (tgl dan jam) jadwal keberangkatan ke tanah suci dan pastikan apa nama maskapai & nomor penerbangannya. #5Pasti.”
“Ketiga; pastikan berapa harga paket umrah, dan pastikan apa saja pelayanan yg didapat jamah dg harga tsb. #5Pasti.”
“Keempat; pastikan apa nama dan alamat lokasi hotel yg akan didiami selama jamaah berada di tanah suci. #5Pasti.”
“Kelima; pastikan visa yg digunakan dalam perjalanan umrah. #5Pasti.”

Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil menganjurkan agar calon jamaah dapat mencari PPIU yang sudah mengantongi izin. Daftar PPIU berizin dapat diakses di laman resmi kementerian agama, haji.kemenag.go.id
"Terdapat 655 travel untuk perjalanan ibadah umroh yang sudah terdaftar di
website kami. Tentunya ada syarat-syarat tertentu agar bisa terdaftar di pemerintah," kata Abdul Djamil.

Selanjutnya, terang Djamil, telah berupaya untuk meminimalisir dampak buruk yang bisa timbul di seputar ibadah umroh. Upaya tersebut berupa memperketat pengawasan dan memastikan calon jamaah haji mendapat perlindungan.

"Pengawasan kami lakukan mulai dari bandara keberangkatan, penugasan teman-teman kami yang ada di kantor kami di Jeddah, sampai mereka pulang ke Tanah Air," ujarnya.

Di samping itu, kata Djamil, pihaknya juga akan menindak tegas para penyedia jasa perjalanan umroh yang kedapatan melakukan pelanggaran. "Sanksi tegas kami berlakukan kepada agen travel yang bandel mulai dari teguran tertulis, sanksi pembukuan sementara, sampai sanksi pencabutan izin," tambahnya.

Lebih lanjut, Djamil mengungkapkan, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap kasus penelantaran 49 orang jamaah umrah oleh JMBI. Sejauh ini, terdapat tiga travel umrah berizin yang diduga terlibat dalam kasus itu. Selanjutnya, tiga travel resmi itu akan dimintai keterangan dan jika terbukti bersalah maka sejumlah sanksi sudah menunggu mereka.
(Sumber: kemenag.go.id/dream.co.id)
Hotel terbesar di dunia ini segera beroperasi di tahun 2017.
Hotel terbesar di dunia ini memang layak dinobatkan sebagai yang terbesar dan termegah karena mempunyai 10.000 kamar tidur dan 70 restoran untuk menyambut jemaah haji dan umrah.
Hotel ini menawarkan kenyamanan dan pelayanan mewah untuk setiap peziarah di Saudi Arabia.
Hotel bernama Abraj Kudai dibangun dengan nilai yang mencapai sekitar 3,6 miliar dollar Amerika Serikat (USD).
Selain dilengkapi kamar tidur dan restoran, hotel ini juga dilengkapi dengan helipad, sebagaimana dilaporkan oleh the Guardian, yang dikutip Time dan Wartakota.tribunnews.com, Senin (25/5/2015).
Hotel termegah itu mempunyai 12 menara dan 10 podium, yang dilengkapi dengan terminal bus, food courts, shopping mall, dan sebuah extravagant ballroom.
Sebanyak lima lantai hanya digunakan khusus untuk tamu istimewa seperti keluarga kerajaan Saudi.
Abraj Kudai didanai oleh kementerian keuangan Saudi dan didesain oleh the Dar al-Handasah group.

Makkah (11/05/2015) : Divisi Teknis Proyek Raksasa Kereta Api Haramain menyatakan bahwa, pelaksanaan proyek kereta api Haramain tahap pertama telah selesai. Proyek tahap pertama yang telah selesai tersebut adalah rel kereta api yang berada di wilayah Madinah Munawwarah sepanjang 192 km, dimulai dari stasiun terminal kilometer 255 hingga stasiun terminal kilometer 447.
Menurut Divisi Teknis Proyek, pelaksanaan proyek tahap pertama tersebut di kerjakan oleh kontraktor pemenang tender, yaitu “Perusahaan Gabungan Al Rajhi”. Al-Rajhi telah menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Selanjutnya Al Rajhi menyerahkan wilayah dan proyek ke pemenang tender lainnya, yaitu “Perusahaan Gabungan As Sya’lah”. As Sya’lah terdiri dari perusahaan-perusaan besar Arab Saudi dan perusahaan-perusahaan besar asal Spanyol. As Sya’lah bertanggungjawab menyelesaikan proyek tahap kedua setelah tahap pertama selesai. pada tahap pertama telah rampung pembangunan tempat-tempat penyeberangan dan jembatan-jembatan, dan pembangunan balok-balok beton. Disamping itu pada tahap pertama ini juga telah selesai pemasangan jaring pengaman di sepanjang rel kereta api.
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah jembatan wilayah Madinah yang telah selesai dibangun adalah 34 jembatan, yang terdiri dari 19 jembatan khusus untuk kereta api, 6 jembatan untuk kendaraan roda empat, 6 tempat penyeberangan khusus onta, satu terowongan untuk kereta api, dan 2 jembatan di atas lembah. Menurut rencana, jalan kereta api yang berada dipersimpangan jalan tahliah, an-nuzhah dan bandara, pembangunannya akan selesai di akhir bulan ini juga.
Menurut Saudi Railways Organization, kereta api Haramain nantinya akan memiliki 4 stasiun kereta, yaitu stasiun kereta yang berada di Makkah, stasiun kereta yang berada di Madinah, stasiun kereta yang berada di Rabigh, stasiun kereta yang berada di pusat kota Jeddah di wilayah Sulaimaniah.  makkahnews (Kurniawan Nadjib/http://kantorurusanhaji.com)
Acara pelepasan Keberangkatan 88 Jamaah Umrah Sahara Kafila Wisata di bandara Soekarno Hatta.
Rasa HARU yg mendalam menyelimuti seluruh Jamaah atas nikmat yang mereka rasakan sehingga mereka bisa menginjakkan kaki (kembali) ke Baitullah. Beberapa diantara para Jamaah kami seperti Pak Merza Gamal dan keluarga beliau, Alhamdulillah sudah berkesempatan 4 kali pergi bersama keluarga besar Sahara Kafila dalam menunaikan ibadah Umrah. Terima Kasih yang mendalam kami sampaikan untuk kepercayaannya dan seluruh masukannya yang sangat berharga selama ini kepada kami.....
Dengan dibimbing oleh Ust.Munif Haikal dan Ustzh.Umi Titi Ruchyati serta Tour Leader Pak H.Wasiatu Dinol M. Inak serta pembimbing ibadah di Tanah Suci yaitu Ust.Solihul Hadi dan Ust.Mujib, insyaAllah mereka mendapatkan bimbingan dan pendampingan dalam beribadah secara maksimal,tidak hanya sekedar beribadah secara fisik saja namun dapat MEMAKNAI seluruh rangkaian ibadah dengan Hati,Cinta dan Syukur.























  


JAKARTA -- Jumlah masjid Indonesia saat ini tak kurang dari 600 ribu buah. Sayangnya, keberadaan masjid yang begitu besar jumlahnya belum diberdayakan, khususnya di bidang ekonomi. "Padahal, kalau potensi ekonomi masjid dimaksimalkan, hasilnya luar biasa," kata Kepala Divisi Penghimpunan Laznas Bank Syariah Mandiri (BSM) Abdy Irawan.

Ia mengatakan hal tersebut seusai acara peluncuran Wiramandiri Masjid dan penandatangan kerja sama antara BSM Cabang Kembangan, Jakarta Barat, Laznas BSM, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Barat, dan Sahara Kafila Tour di Jakarta, Selasa (10/3).

Peluncuran dan kerja sama tersebut ditandatangani Direktur BSM Achmad Syamsudin, Ketua DMI Jakarta Barat KH Sulaeman, Direktur Utama Laznas BSM Ki Agus Tohir, Kepala Cabang BSM Kembangan Binar Astuti Noviarin, dan Direktur PT Sahara Kafila Wisata Widiya Putri Ika Mas'ud. Acara tersebut merupakan rangkaian Sarasehan Jamaah Calon Haji PT Sahara Kafila Wisata.

Abdy menyebutkan, program Wiramandiri Masjid digulirkan sejak Mei 2014 di bawah payung kerja sama (MoU) antara DMI Pusat, BSM, dan Laznas BSM. Program tersebut bertujuan mendorong masjid untuk mengembangkan potensi ekonomi dalam rangka memakmurkan masjid.

Caranya, antara lain, dengan memberikan berbagai layanan keuangan syariah yang melibatkan masyarakat. Misalnya, pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS), pembayaran tagihan listrik, telepon, dan lain-lain, pendaftaran haji dan umrah, serta pelayanan keuangan syariah. 

"Dengan adanya counter khusus di masjid, masyarakat bisa melakukan penyetoran dana ke bank syariah melalui masjid tanpa harus repot-repot datang ke outlet bank syariah tersebut. Demikian pula mereka dapat melakukan pembayaran ZIS, tagihan, dan pendaftaran haji dan umrah melalui masjid," ujarnya.

Hal ini akan sangat membantu masyarakat. Mereka bisa menghemat banyak waktu dan tenaga untuk melakukan berbagai transaksi keuangan tersebut. Di sisi lain, masjid pun mendapatkan keuntungan berupa fee atau jasa yang nantinya menjadi penerimaan kas nonsumbangan. 

"Program Wiramandiri Masjid ini memungkinkan masjid memperoleh penerimaan nonsumbangan masyarakat yang dapat mereka gunakan untuk menutupi kebutuhan operasional masjid maupun untuk pengembangan dakwah masjid," ujarnya.

Abdy menambahkan, dengan adanya penerimaan nonsumbangan tersebut, masjid akan lebih kuat secara finansial. Dengan demikian, mereka dapat memberikan layanan lebih baik lagi kepada masyarakat. "Pada akhirnya program ini bertujuan meningkatkan kualitas umat," paparnya.

Saat ini, program Wiramandiri Masjid sudah digerakkan di sejumlah kota, antara lain, DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. "Kami berharap, tiap tahun dapat menggulirkan program Wiramandiri Masjid minimal di 10 kota,'' ujar Abdy.

Mitra kerja sama program Wiramandiri Masjid bertambah dengan bergabungnya Sahara Kafila Tour, sebuah perusahaan penyelenggara perjalanan umrah dan haji plus. "Kami siap bekerja sama mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di masjid dan masyarakat sekitar masjid," kata Komisaris Sahara Kafila Tour Swadika Yanavi kepada Republika.

Ia menjelaskan, Sahara Kafila Tour bernaung di bawah Kafila Group yang bergerak dalam berbagai bidang bisnis, seperti minyak dan gas, travel umrah dan haji plus, konsultan, katering, dan sport center. "Kami siap membekali para pengurus masjid dengan ilmu dan keterampilan di bidang wirausaha, sehingga masjid punya profit yang dapat menyejahterakan warga di sekitar masjid," paparnya.

Salah satu poin penting kerja sama di atas, kata Swadika, masjid bisa memberangkatkan para pengurusnya untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. "Masjid bisa menerima pendaftaran umrah dan haji dari masyarakat luas kepada Sahara Kafila. Untuk itu, masjid mendapatkan fee jasa. Selain itu, masjid pun dapat memberangkatkan para pengurusnya secara bergantian untuk menunaikan ibadah umrah dan haji," ujar pria yang akrab dipanggil Dika itu.

Tahap awal, kerja sama tersebut untuk wilayah Jakarta. "Ke depan, Sahara Kafila Tour siap bekerja sama dengan DMI, BSM, maupun LAZ BSM di seluruh wilayah Indonesia.'' n ed: wachidah handasah (Republika.co.id)








Berbekal taqwa untuk menyempurnakan haji

Haji merupakan ibadah yang special.  Berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Mari kita bandingkan dengan shalat. Kita melaksanakan shalat wajib sebanyak 5 kali dalam sehari, selama seumur hidup kita, sedangkan haji yang wajib hanya sekali dalam seumur hidup kita. Berapa kali pun kita berhaji maka yang diterima sebagai yang wajib hanyalah haji yang pertama kali dilakukan. Kita tidak bisa memilih ketika kita umpamanya telah berhaji sebanyak 20 kali, maka kita mohon sama Allah, ya Allah saya sudah berhaji 20 kali, mohon semua diterima sebagai haji yang wajib, atau kita memilih apakah yang ke-2, ke-3 atau ke sekian yang  mana ketika kita merasa mantap dalam melaksanakannya, maka itu sajalah yang dinilai wajib. Shalat wajib bisa dilaksanakan oleh siapa saja, sedangkan haji dilaksanakan bagi mereka yang memenuhi kriteria istitha’ah. Shalat bisa dilaksanakan di mana saja di seluruh penjuru bumi Allah SWT, tetapi haji harus dilaksanakan di Mekah dan sekitarnya. Dalam shalat, Jika kita sakit yang sangat parah sekalipun, maka kita tetap harus melaksanakan shalat meskipun dengan isyarat atau di dalam hati, sedangkan haji, ketika sakit bisa diganti dengan dam atau bahkan sudah meninggal dunia,  ibadah haji kita bisa di badalkan kepada orang lain. Shalat dilakukan kapan saja, sedangkan haji harus dilaksanakan di bulan Zulhijah, tidak sah haji nya ketika dilaksanakan di luar bulan Zulhijah. Berarti sama dengan puasa yaitu harus dilaksanakan di bulan Ramadhan, betul dari sisi waktunya, tetapi puasa wajib harus dilakukan setiap Ramadhan seumur hidup, sedangkan haji yang wajib hanya sekali dalam seumur hidup. Dan masih banyak lagi perbandingan yang menunjukkan bahwa haji merupakan ibadah special.

Dari kualifikasi haji tersebut, maka kita pun harus mempersiapkan dengan special, mulai dari ilmunya, kesehatannya, bekal materi atau biayanya, keamanannya, kesiapan ruhani yang ikhlas, sabar, syukur, tawakal, tawadhu’ dan semua yang membekali kesiapan hati untuk haji. Dari semua bekal yang sudah kita siapkan, maka sesungguhnya bekal terbaik dalam berhaji adalah Taqwa. Inilah yang akan kita eksplore sebagai sebaik-baik bekal untuk berhaji.

Haji dimulai dengan memakai ihram. Dua lembar kain putih yang tidak berjahit dikenakan untuk menutupi aurat kita. Ihram mengingatkan kita bahwa ketika lahir kita tidak memakai apa-apa, kita lahir dalam keadaan suci. Seseorang yang hendak berangkat haji harus membersihkan hatinya terlebih dahulu dari semua niat selain Allah serta meluruskan niat untuk berhaji karena Allah SWT. Janganlah sombong karena mampu berangkat haji, karena sesungguhnya harta dan kemampuan seseorang untuk berhaji adalah pemberian dari Allah SWT. Oleh karena itu bekali haji kita dengan hati yang bersih dan niat yang benar, semata-mata karena panggilan Allah SWT. Kain ihram tidak boleh dijahit. Hal merupakan symbol kesederhanaan. Oleh karena itu berusahalah untuk selalu hidup sederhana tidak bermegah-megahan, tidak bermewah-mewahan, sebagaimana Rasulullah SAW memberi contoh hidup sederhana. Janganlah kita sombong dengan pakaian dunia seperti gelar, pangkat, jabatan, harta benda, kekuasaan dll. Semua akan kita tinggalkan. Pribadi yang telah berhaji adalah mereka yang senantiasa bersih hati, rendah hati, sederhana dan tidak membangga-banggakan jabatan, pangkat, harta kekayaan dan kekuasaannya.
Dalam melaksanakan ibadah haji, berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali kita kenal dengan nama thawaf. Jika dikaji lebih mendalam, kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa sesungguhnya hati ini bagaikan Ka’bah, di mana seluruh perputaran aktivitas anggota tubuh kita memiliki orbit mengelilingi pusaran yang di kendalikan oleh gaya gravitasi dari hati. Ketika mata kita melihat, maka apa yang kita lihat akan kita connect ke hati apakah sesuatu yang kita lihat benar atau salah, boleh atau tidak yang akan membuat hati kita sehat atau sakit. Ketika telinga ini mendengar, maka apa yang didengar akan diconnect kembali ke hati. Apakah yang kita dengar benar atau salah, boleh atau tidak, bermanfaat atau sia-sia. Ketika lidah kita berucap, maka apa yang diucapkan akan diconnect ke hati. Apakah yang diucapkan benar atau salah, fitnah atau fakta. Ketika mulut memasukkan makanan atau minuman ke dalam perut, maka apa yang dimakan atau diminum akan diconnect ke hati. Apakah yang dimakan atau diminum halal atau haram, jelas atau syubhat. Ketika tangan ini melakukan sesuatu, maka akan diconnect ke hati. Apakah yang dilakukan oleh kedua tangan benar atau salah, mengambil hak kita atau hak orang lain. Ketika kaki ini melangkah, maka akan diconnect ke hati. Apakah langkah kaki ini akan menambah ilmu, iman serta menjadi amal shalih atau tidak. Selama 7 hari dalam sepekan kita terus menerus melakukan aktivitas semua berputar mengelilingi hati, maksudnya semua akan difilter oleh hati apakah yang dilakukan itu memenuhi perintah Allah SWT atau melanggar perintah Allah SWT. Sebagaimana thawaf mengelilingi Ka’bah 7 kali. Itulah kehidupan kita berputar terus menerus dari pagi, siang sore, malam dan kembali pagi lagi, demikian seterusnya.

Di sinilah peran hati sebagai alarm untuk memutuskan apakah yang kita lakukan benar atau salah. Mengapa hati yang berperan? Karena hati adalah tempat bersemayamnya taqwa, jika hati kita taqwa maka bertaqwalah seluruh tubuh kita beserta perbuatannya, dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk berhaji.

Thawaf mengelilingi Ka’bah berputar dari arah kanan ke arah kiri, pandangan kita ke Ka’bah yang berada di sebelah kiri kita. Apakah artinya? Kanan adalah symbol dari kebaikan dan kiri adalah symbol dari keburukan. Dengan thawaf kita diperintah untuk menengok ke arah kiri di mana maksudnya adalah kita diperintahkan untuk lebih banyak melihat sisi keburukan yang telah kita lakukan dari pada sisi kebaikan yang telah kita kerjakan agar kita terus berusaha untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang baik. Seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji dengan makna thawaf akan berusaha untuk selalu mengoreksi, mengevaluasi keburukan yang telah dilakukannya, bertaubat atas dosa-dosa masa lalu untuk tidak dilakukannya kembali. Seseorang yang hendak berhaji juga disunnahkan untuk bersilaturahim dan sekaligus meminta maaf kepada orang tua, saudara, tetangga, sahabat dan teman pergaulannya. Agar tidak ada yang menghalangi niat sucinya untuk berhaji. Insya Allah jika sudah bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama, mudah-mudahan hatinya bersih dan siap untuk menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu salah satu tanda haji yang mabrur adalah setelah berhaji seseorang akan lebih banyak melakukan kebaikan dan menghindari melakukan keburukan.

Sa’i berjalan atau berlari-lari kecil (roml) dari Shafa ke Marwa itupun dilakukan sebanyak 7 kali berjalan di sisi kanan sesampainya di Marwa kembali ke Shafa juga berjalan di sisi kanan menuju Shafa, terus berjalan sebanyak 7 kali. Sa’i menginspirasi kita bahwa sesungguhnya dalam perjalanan hidup kita selama 7 hari (dari ahad – sabtu) dan diulang terus menerus sepanjang umur kita saat ini, merupakan isyarat agar kita selalu berjalan di jalur kanan atau selalu berjalan di jalur yang benar sesuai petunjuk al Quran dan As Sunnah. Oleh karena itu pribadi yang akan melaksanakan ibadah haji selalu menjadikan al Quran dan As Sunnah sebagai petunjuk dan pedoman dalam berhaji dan sekaligus dalam seluruh sendi-sendi perjalanan kehidupannya.

Wukuf merupakan bagian yang paling penting dalam ibadah haji. Wukuflah yang membedakan haji dengan umroh. Wukuf memiliki makna yang sangat mendalam, di mana dalam wukuf kita menghentikan semua aktivitas. Padang Arafah adalah tempat pertama kali bertemunya Nabi Adam as dengan Siti Hawa. Setelah keduanya bertaubat karena melanggar perintah Allah SWT. Di sinilah mereka berdua memulai kehidupan yang baru di dunia. Dengan wukuf kita mendapatkan pelajaran bahwa kita harus senantiasa melakukan introspeksi (muhasabah), merenungi perjalanan hidup kita sejak dari lahir sampai saat ini. Berapa banyak dosa, kesalahan dan keburukan yang telah kita lakukan, marilah kita mohonkan ampunan kepada Allah SWT. Bertaubatlah atas segala dosa yang kita lakukan semenjak kita baligh. Mulailah dengan kehidupan baru yang berawal dari padang arofah sebagai Nabi Adam as dan Siti Hawa memulainya. Semoga dengan wukuf, Allah SWT mengampuni dosa-dosa masa lalu kita dan memberi harapan baru bagi kehidupan kita selanjutnya. Berbahagialah bagi mereka akan beribadah haji. Wukufnya diibaratkan sebagai titik balik untuk memulai kehidupannya menjadi hamba Allah yang taat. Oleh karena itu, pribadi yang akan berhaji sebaiknya lebih banyak muhasabah, melakukan audit internal atas dosa-dosa masa lalu yang belum sempat bertaubat. Bersihkan diri dan bersiaplah menghadap Yang Maha Suci di Tanah Suci.

Tahallul merupakan simbol perubahan. Pribadi-pribadi yang akan berangkat haji bersiaplah untuk melakukan perubahan. Semua gaya hidup yang tidak sesuai dengan al Quran dan sunnah Rasulullah SAW dipangkas habis. Dari gaya hidup jahiliyah menuju gaya hidup Islam. Dari memakan harta haram menuju kehalalan pendapatan. Dari sekulerisme pemikiran menuju spiritualisme. Dari gaya berpakaian yang tidak menutup aurat menuju penghargaan diri sendiri dengan memakai busana yang islami. Dari gaya pergaulan bebas menuju pergaulan yang disunnahkan.  Dari jarang shalat awal waktu menuju disiplin dengan shalat berjamaah, awal waktu di masjid. Mereka yang sebelum dan sesudah melaksanakan ibadah haji tidak ada perubahan dalam gaya hidupnya, menuju ke arah yang lebih baik, bisa dikategorikan haji yang kurang beruntung.

Perjalanan ibadah haji yang memang special membutuhkan bekal yang baik karena kita akan menuju tanah suci tempat berkumpulnya para nabi dan yang utama adalah seorang pribadi utusan yang mendapat shalawat dari Yang Maha Suci yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Tidak ada syahadat, tanpa menyebut nama beliau. Betapa mulianya Rasulullah SAW sehingga nama beliau disandingkan dengan Yang Maha Mulia.

Akankah kita berhaji dengan bekal yang biasa-biasa saja? Dengan sikap yang biasa-biasa saja? Dengan niat yang biasa-biasa saja? Dengan segala hal yang biasa-biasa saja? Seharusnya persiapan kita lebih special. Bekal yang special? Niat yang special? Dan segala hal yang special. Karena kita akan menuju rumah Allah SWT, Yang menguasai seluruh hidup kita, Yang menguasai seluruh alam semesta, kita akan berziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW, manusia terpuji dunia-akhirat, yang sangat mengkhawatirkan keadaan kita umatnya : ummatii…ummatii… Pernahkah kita mengkhawatirkan Rasulullah SAW dengan mengikuti pesan terakhir beliau agar kita berpegang teguh kepada al Quran dan menjaga Sunnah-sunnahnya.

Marilah kita persiapkan bekal haji dengan bekal yang special. Mudah-mudahan Allah SWT akan menjadikan kita, manusia yang special dan dispesialkan oleh Allah SWT. Aamiin.